|

Meskipun beberapa individu dari suatu trah bisa dijadikan anjing IPO,
tapi secara umum, trah anjing yang konsisten untuk digunakan adalah
sebagai berikut:
Airedale Terrier
Digunakan secara luas untuk tugas kepolisian di Inggris dan Eropa
sebelum perang dunia ke-2.
Belgian Groenandael, Tervuren dan Malinois
 
Belgian Shepherd banyak digunakan sebagai anjing pengirim berita,
anjing ambulans dan anjing keamanan selama perang dunia ke-1. Saat
ini, khususnya Malinois sangat digemari oleh banyak pelatih anjing
kerja di Perancis, Belgia dan Belanda. Dan trah ini dengan pesat
menjadi pendatang di pertandingan IPO dan Schutzhund baik di Jerman
maupun Amerika.
Bouvier des Flanders

Bouvier sangat sering dijadikan anjing polisi di Eropa. Saat ini,
anjing Bouvier dengan kualitas kerja terbaik dibiakan di Belanda dan
setidaknya sebuah departemen kepolisian di Amerika Serikat bagian
Timur mengimpor anjing ini beberapa ekor.
Boxer

Pada suatu waktu, Boxer menjadi pilihan kedua setelah German
Shepherd dalam klub Schutzhund. Boxer juga digunakan sebagai anjing
penuntun juga anjing polisi dan militer Jerman Barat.
Dobermann

Dobermann banyak sekali diterjunkan dalam berbagai tugas di
kepolisian dan militer diseluruh dunia. Mereka sangat populer untuk
Schutzhund di Amerika dan Dobermann Pinscher Club of America
merupakan salah satu anggota awal dari American Schutzhund.
German Shepherd

German Shepherd banyak digunakan dalam tugas kepolisian dan militer,
juga sebagai anjing penuntun orang buta. Mereka adalah anjing yang
paling banyak digunakan dalam Schutzhund, IPO juga anjing kerja
lainnya (Service Dog)
Giant Schnauzer

Meskipun jarang diperhitungkan, anjing ini telah menunjukkan hasil
yang baik pada tugas kepolisian juga di Schutzhund dan IPO.
Rottweiler

Diyakini sebagai anjing kerja tertua, digunakan sebagai anjing
polisi dan militer.
Anjing jenis lain yang tidak terlalu dicari untuk IPO antara lain
Australian Shepherd, Chesapeake Bay dan Labrador Retriever, Bull
Terrier, American PitBull Terrier dan Staffordshire Terrier atau trah
besar lainnya.
Sebenarnya bukan trah anjing yang menjadi penting, tetapi karakternya.
Kualitas anjing kerja yang ideal menurut Von Stephanitz adalah "Menikmati
pekerjaan, setia terhadap pekerjaan dan tuannya, mencurigai dan
menjadi tajam terhadap orang asing juga benda asing, taat dan patuhm
mudah diajar dan cepat mengerti"
MEMILIH JENIS KELAMIN
Menentukan jantan atau betina adalah pilihan pribadi masing-masing
orang. Jantan betina memiliki keuntungan masing-masing. Betina
biasanya lebih dekat dengan pemiliknya dari segi sensitifitas, lebih
patuh dan nurut dengan pelajaran yang diberikan. Betina lebih
independen, lebih dapat dipercaya dan lebih perhatian terhadap
lingkungan dan pekerjaan. Betina lebih mudah dilatih, menangkap
pelajaran lebih cepat, memorinya lebih menyimpan, dan dia akan,
setidaknya dengan pemimpin yang baik, lebih mau bekerja dan lebih
perhatian dibanding jantan. Betina yang baik dapat keras dan tajam
seperti yang jantan.
Tapi ada juga yang menganggap jantan lebih independen dan percaya diri.
Di The United States Air Force hanya menggunakan anjing jantan.
William Koehler, seorang pendiri Pelatihan Anjing Militer, menegaskan
pengkonsentrasian untuk mendapatkan prospek terbaik untuk protection
work baik itu jantan ataupun betina.
Tapi dalam IPO lebih banyak dan lebih mudah menemukan anjing yang
berkarakter kuat daripada betina dengan kualitas sama. Inilah alasan
mengapa anjing betina yang bagus sangat jarang dijual.
Tetapi, anjing jantan yang kuat kadang bisa menjadi anjing yang sulit
diatur hidupnya dan sulit dilatih, sedangkan betina yang baik lebih
sensitif terhadap Handlernya dan relatif lebih mudah diatur.
Di Jerman, SV menuntut seluruh German Shepherd Dog yang digunakan
untuk breeding, apapun jenis kelaminnya, minimal harus lulus SchH 1
atau Herding Test.
MENDAPATKAN ANAK ANJING BERPROSPEK
Ketika memilih anakan untuk IPO, kita harus mengevaluasi baik dari
kelayakan dan bloodlinesnya. Karena ada kemungkinan anakan akan
berkembang menyerupai induk dan ayahnya, atau juga kakek neneknya.
Di Amerika tidak mudah mendapatkan informasi seperti ini, tapi sangat
disarankan sebelum membeli anakan, dilakukan evaluasi terhadap
stabilitas orangtua anakan, tingkat respon dan keberaniannya.
Di Jerman, sangat mudah mendapatkan informasi seperti ini, setelah
adanya keputusan setiap German Shepherd Dog yang digunakan untuk
breeding harus lulus SchH 1 atau Herding Test dimana penilaiannya
tercatat dalam Scoring Book yang resmi.
Selain melihat dari bloodline induk, sebelum membeli kita juga harus
melihat individu anakan itu juga. Anakan harus percaya diri, berani,
waspada dan mempunyai kemauan dan dia akan berkembang menjadi anjing
dewasa yang tanggap dan berani.
Pada penelitian pendahuluan yang dilakukan Dr. Michael Fox, seorang
dokter hewan dan seorang yang ahli tentang prilaku hewan,
mengidentifikasikan bahwa dasar karakter temperamen dari anakan tetap
bersamanya sepanjang hidup. Meskipun belum terbentuk sepenuhnya
sebelum 18 bulan, karakter umum anjing akan ditaksir dengan jelas pada
usia 6-8 minggu. Dan karena hal inilah, anakan yang berpotensi untuk
IPO bisa dipilih dengan baik menggunakan tes temperamen yang sederhana.
Seorang Amerika yang menekuni tes temperamen anakan adalah Clarence
Pfaffenberger. Dengan menggabungkan pekerjaan melatih anjing
bertahun-tahun dan penelitian sains (scientific), dia dapat
menerjemahkan data teknis yang didapatkan dari penelitian menjadi
informasi yang berguna dalam anjing kerja. Sekarang dia menjadi pionir
karena pekerjaannya dengan anjing penuntun orang buta.
Pada awal penelitiannya, untuk anjing penuntun orang buta yang ideal,
hanya 9% dari anjing yang dilatih menunjukkan hasil yang bagus. Dengan
melaksanakan hasil dari yang dipelajarinya, 90% dari anjing yang
dilatih, lulus dikemudiannya. Pfaffenberger menekankan 2 faktor utaman
dalam programnya, menggunakan anjing yang kemampuan kerjanya dapat
dibuktikan, dan melakukan sedini mungkin anakan yang berpotensi
menjadi anjing penuntun.
Dan dari hasil penelitiannya, dia menyimpulkan, anakan betina dan
jantan dapat diseleksi dengan baik pada usia 12 minggu.
Pfaffenberger mencatat bahwa korelasi tinggi antara prilaku retrieving
yang alami dan sukses menuntun orang buta. Juga didunia anjing kerja,
prilaku retrieving yang alami merupakan inti dari IPO untuk 2 alasan,
menampilkan motivasi dan tenaga, dan karena retrieving biasanya
bergantung pada kemauan dan kemampuan merespon. Lainnya, retrievers
biasanya adalah suatuh kesenangan kehendak.
Berikut hasil dari data penelitian Pfaffenberger, juga dari Drs. John
Paul Scott dan John L. Fuller dari The Jackson Memorial Laboratory in
Maine, bahwa anakan mengalami yang namanya Critical Development
Periods.
-
Sebelum usia 21 hari, anjing menunjukkan sedikit belajar,
walaupun kemampuannya masih diragukan.
-
Usia 21-28 hari, adalah masa kritis. Selama masa ini anakan
dalam situasi emosional yang membingungkan dan akan menghasilkan
efek yang dibawa seumur hidup terhadap kemampuan bersosialisasi.
Orang menyebut ini "Fear Imprint Period"
-
Usia 4-16 minggu, adalah periode dimana penggabungan
sosialisasi dibentuk. Dan ini disebut Socialization Period.
-
Usia setelah 16 minggu, inti dari karakter anjing sudah
terbentuk.
Dan di IPO, anjing diatas 1 tahun baru memasuki pengembangan karakter
yang sesungguhnya. Dan para pelatih anjing kerja menilai anjing
menunjukkan perubahan total pada semua prilaku baik yang terbaik
maupun terbentuk setiap saat selama di usia 12-18 bulan.
Dan dari semua ini dapat diambil kesimpulan/ringkasan berikut:
-
Ciri-ciri karakter adalah warisan dan dapat dievaluasi dengan
efektif pada anakan di usia sedini mungkin.
-
Anakan harus tetap bersama litternya sampai 7 minggu. Jika dia
dipisahkan lebih cepat, itu akan membentuk suatu hubungan yang tidak
normal dengan anjing lain. Tapi jika dipertahankan terlalu lama, dia
tidak akan membentuk ikatan saling memiliki dengan manusia.
-
Anakan sangat membutuhkan banyak perhatian untuk membentuk
kepentingan dirinya sebagai individu.
Untuk hubungan terbaik antara anjing dan manusia, periode diantara
usia 7-12 bulan adalah saat terbaik untuk memindahkan anakan dari
litternya dan membawanya pulang. Tapi hal ini bisa saja tertunda jika
sosialisasi saling memiliki secara individual terlalu sering dilakukan
selama anakan masih berada di kennel.
Pfaffenberger mengevaluasi anakan dengan menarik. Pertama dia menyusun
prilaku yang tidak diinginkan dari anak anjing yang akan dilatih
menjadi anjing penuntun. Dia menyusun anjing dengan semangat yang
kurang, terlalu sensitif terhadap suara dan koreksi, takut, keras
kepala, tidak siaga terhadap lingkungan juga kurang stabil. Dia
menggunakan beberapa test untuk melakukan evaluasi ini.
Dia menjelaskan/memberikan anakan ransangan baru, seperti sinar lampu
atau objek bergerak didepan anakan. Dia merasa keanehan adalah tanda
dari intelegensia. Diam membunyikan peluit dan melihat reaksinya.
Anakan yang takut tidak bisa dipakai untuk menuntun.
Pfaffenberger mengajarkan satu yang terbaik dari keseluruhan tes
karakter, dengan mudah menandakan sikap alami anakan terhadap manusia.
Dia percaya bahwa anakan harus menunjukkan perhatian dan menunjukkan
sikap bersahabat atas hadirnya orang asing. Dan latihan tes lainnya
termasuk Heel, Sit, Retrieve dan dia menguji kemauan bekerja dan
kemampuan dilatih selama latihan.
Pfaffenberger melakukan tes selama 5 minggu dengan maksud mendapatkan
hasil yang bagus dari prilaku anjing. Anakan yang masih muda dan
dinamis, dan mereka jarang menghasilkan tes yang sama pada 2
kesempatan berbeda.
Untuk peternak, menyimpan catatan dapat menghasilkan petujuk untuk
anakan yang potensial. Contohnya, kekuatan dan ilmu perawatan yang
kompetitif dapat mengidentifikasi karakter yang lebih dominan ataupun
agresif.
Konrad Most dalam tulisannya menekankan menaksir dengan insting dari
kelahiran anakan sangat cocok untuk kerasnya pekerjaan IPO. Dia
memilih anakan yang aktif mencari induknya dan segera menyusu dengan
kuat. Anakan ini akan aktif dan kompetitif dalam perkembangannya.
Untuk menaksir karakter dari anakan berusia 6-8 minggu, ada beberapa
macam cara pengujian. Percaya diri, kewaspadaan, intelegensi,
kemampuan bersosialisasi, keagresifan dan kestabilan adalah yang
sangat diharapkan untuk menjadi anjing IPO.
Berikut beberapa cara mengevaluasi anakan yang baik menurut Dr.
Michael Fox:
1. Response to a Unique Stimulus
Anakan ditempatkan sendiri pada sebuah kandang kecil. Lalu letakkan
sebuah mainan yang baru bersamanya (Visual Stimulus/Ransangan Visual).
Anakan harus terlihat percaya diri dan tertarik dengan mainan baru itu.
Sama halnya terhadap suara keras (Auditory Stimulus/Ransangan Audio).
Idealnya, anakan harus tertarik dengan ransangan baru dan menunjukkan
keinginannya untuk mengetahui lebih jauh ransangan itu.
2. Response to Isolation
Anakan ditempatkan pada sebuah kandang kecil sendiri, dan kita lihat
responnya. Anakan yang sangat diharapkan akan menunjukkan prilaku
menyelidiki yang baik.
3. Response to People
Anakan ditempatkan pada sebuah kandang kecil sendiri lagi, lalu
seseorang yang asing masuk dan jongkok namum tetap dalam gerakan pelan.
Tingkat perhatian anakan terhadap orang yang muncul harus dicatat.
Apakah anakan itu tidak peduli, atau bahkan mencari perhatian. Setelah
diam beberapa saat, orang itu perlahan berdiri dan mengelilingi
kandang kecil itu. Apakah respon anakan itu mengikuti atau bahkan
takut atau menjauhkan diri.
Anakan yang ideal adalah bersahabat dan suka pada orang lain.
4. Competitive Spirit
Situasi bermain yang sedikit agresif bisa dimulai. Handler mengibaskan
sepotong kain didepan anakan dan coba bermain tug-of-war bersamanya.
Anakan yang menunjukkan tarikan dan gigitan yang kuat berpotensi untuk
IPO. Dan Handler bisa mencoba menjatuhkan diri ditanah dan kita lihat
reaksi anakan itu. Apakah anakan itu semakin kuat dalam pertarungan
untuk mendapatkan kain itu atau malah dia mulai ragu atau mengurangi
gigitan. Apakah dia melepaskan gigitan dan menjauh dari Handler?
Idealnya anakan harus tetap merebut kain itu. Dan pada akhir permainan,
sangat penting untuk memberi kain itu kepada anakan agar dia selalu
menjadi pemenang.
5. Intelligence and Problem Solving
Anakan diletakkan dibelakang sebuah halangan panjang 16 kaki dan
tinggi 4 kaki. Handler bisa memanggil dari sisi satunya. Disini bisa
kita lihat kemampuan anakan mencari jalan untuk menjumpai Handlernya.
Ada 1 orang lagi yang penting dalam mengevaluasi karakter anjing kerja,
yaitu Dr. Bodingbauer, seorang penggemar Dobermann dari Austria. Dia
adalah seorang profesor kedokteran hewan di Vienna dan sering menulis
dan berdiskusi tentang karakter dan temperamen anjing kerja.
Dia menggunakan hasil penelitian dari banyak orang terkemuka, termasuk
Scott dan Drs. Rudolf dan Rudolfine Menzel, psikolog hewan di
University of Haifa. Bodingbauer menggunakan beberapa macam pengujian
dengan tujuan melihat lebih jelas temperamen dari anjing kerja yang
potensial.
Dia menampilkan tes di pusat Dobermann Pinscher Temperament Evaluation
Program dibawah pimpinan Vic Montelion and The American Temperament
Testing Society. The German Shepherd Club juga mengadopsi beberapa
pengujian Dr. Bodingbauer.
Keberanian adalah sesuatu yang sangat diinginkan didalam anjing
IPO. Dr. Bodingbauer menghabiskan usaha yang sangat banyak
dalam bukunya yang membahas apa itu keberanian (courage) apa yang
bukan, dan bagaimana mengevaluasinya.
Pertama, dia membedakan antara keberanian dan tidak takut (Courage and
Fearlessness). Dia menekankan bahwa anjing yang tidak takut bukan
takut (fearless dog is not affraid). Oleh karena itu akan bereaksi
dengan cara berbeda atau tidak peduli dengan bahaya yang dihadapinya
karena dia tidak mengenali bahaya itu. Ini bisa disebabkan karena
anjing itu berkembang dengan insting melindungi diri yang lemah/kurang
atau karena reaksi persiapan yang tidak nyaman (di IPO kita sebut
bodoh/dullness).
Bodingbauer mengajarkan bahwa anjing yang berani selalu waspada
bahwa dia dalam bahaya. Dan itu adalah kualitas dasar dari
keberanian dimana anjing mau untuk menghadapi ancaman yang dihadapi
Handlernya tanpa mempedulikan keselamatannya sendiri. Anjing
yang berani menghadapi ancaman meskipun ada kemungkingan untuk mundur.
Sedangkan Helmut Raiser, seorang pelatih dan peneori anjing kerja
modern mendefinisikan keberanian sebagai "ambang untuk menghindari
prilaku (a high threshold for avoidance behavior)"
Dr. Bodingbauer menggambarkan 3 perbandingan respon anjing terhadap
suara tembakan.
Anjing dengan tingkat kesadaran yang sangat tinggi terhadap
lingkungannya dan mempunyai ambang (threshold) yang rendah untuk
mendengar ransangan. Dia akan bereaksi baik menjadi agresif atau juga
melarikan diri.
Pada sebaliknya, ketika ransangan seperti ini dihadirkan kepada anjing
dengan ambang yang kuat, maka dia tidak bereaksi. Anjing ini memiliki
tingkat kesadaran yang kecil dan bahaya yang berpotensial akan
diabaikannya.
Dan anjing seperti ini dengan tingkat kegugupan (nerves) yang rendah
ataupun tinggi tidak diinginkan pada anjing kerja atau anjing sahabat.
Dan anjing yang selalu siap dan waspada dengan keadaan memperhatikan
suaran tembakan, tapi tidak menunjukkan sikap takut. Karakter seperti
ini cocok untuk menjadi anjing IPO ataupun anjing proteksi.
Karakter yang diwarisi, keturunan dipercaya Bodingbauer dapat
dievaluasi dengan bantuan beberapa pengujian dari anjing muda. Selama
pengujian, begaimanapun ada beberapa pertimbangan penting.
Pertama, usia anjing juga harus diperhitungkan. Respon yang berkembang
normal pada anjing pada suatu usia dapat menjadi keuntungan luar biasa
atau juga kerugian luar biasa pada anjing usia lain.
Sebagai contoh, prilaku defensif dan agresif dapat diterima saat
anjing menunjukkannya pada usia 18 bulan, tapi akan menjadi suatu
tanda yang buruk jika ditunjukkan anakan berusia 4 bulan.
Dengan catatan, pengujian ini dilakukan pada teritori yang tidak
dikenal anjing. Beberapa anjing akan bersikap percaya diri pada
terirorinya, tapi menjadi gugup di tempat lain. Dan hasil pengujian
dikategorikan menjadi "Very Promising", "Promising", "Less Promising"
dan "Unpromising".
Berikut ini adalah beberapa pengujian yang dilakukan Bodingbauer.
Pengujian pertama melibatkan anakan berusia 5 minggu. Lalu gunakan
mainan bermotor didepan anakan. Anakan yang paling berani akan
menghampiri dan memeriksa mainan itu. Sedangkan anakan yang kurang
percaya diri akan menunggu.
Rantai yang menimbulkan suara berisik juga boleh dimainkan didepan
mereka, dan kita bisa memperhatikan reaksi mereka. Dengan mengajak
anakan diusia ini untuk menggigit kain, mereka mendapatkan petunjuk
untuk semangat bertempur.
Bodingbauer mencatat bahwa anakan yang bertalenta akan sangat antusias
pada waktu menggigit dan rela jatuh bangun untuk mempertahankan
gigitannya.
Daya cium yang potensial untuk pekerjaan melacak juga bisa diujikan
sedini mungkin. Handler bisa memulai dengan bermain dengan anjing.
Lalu Handler berlari menuju tempat persembunyian. Ketika dia sembunyi
dari pandangan anjing, dia menyiapkan scent pad. Dia tinggalkan bau
yang kuat dengan menginjak permukaan sebesar 1 yard persegi. Setelah
1-2 menit, tracklayer berjalan ke tempat persembunyian kedua secara
lurus. Angin harus mengarah kebelakangnya. Kemudian dia kembali
berjalan pada garis yang sama kearah scent pad dan melangkah lagi ke
tempat persembunyian ke dua. Berarti track sudah dilangkahi sebanyak 3
kali.
Ketika Handler sudah bersembunyi, anjing dituntun mulai dari scent pad
untuk mencari Handler. Disini kita mengavaluasi, apakah anakan mencari
dengan hidung atau mata? Apakah dia mencium bau dari scent pad lalu
berusaha mengikuti bau? Apakah dia menyelesaikan pencarian dengan
cepat dan konsentrasi atau dengan pelan dan tidak semangat? Ketika dia
menemukan Handler, segera reward dengan pujian dan makanan. Lalu
dengan bermain bersamanya.
Karakteristik lain terhadap kemampuan anjing untuk dilatih dan
temperamennya dapat diperkirakan juga. Kemauan dapat dilihat dan
hubungan antara anjing dan pemilik.
Kepercayaan diri dan nerves anjing dapat dievaluasi pada beberapa
situasi. Reaksi terhadap suara dapat dilakukan dimana sumber suara
tidak terlihat oleh anjing. Dan berikut reaksi yang mungkin terjadi.
1. Anjing menunjukkan sikap ketertarikan dan bergerak ke arah asal
suara.
2. Anjing mengabaikan suara.
3. Anjing memasang telinga namun tetap tak bergerak.
4. Anjing menjadi takut.
Dan pengujian lain menggunakan pistol hampa pada jarak 10 langkah,
berikut kemungkinan yang terjadi.
1. Anjing tidak menjadi takut.
2. Anjing menjadi sensitif dan bersikap agresif.
3. Anjing menjadi takut dan menjauh.
Reaksi terhadap ransangan visual juga dapat diujikan. Pengujiannya
adalah membuka payung dalam jarak kira-kira 5 kaki dari anjing. Dan
hasilnya sama seperti diatas.
Dari keseluruhan pengujian audio maupun visual sangat penting untuk
mengevaluasi bagaimana anjing menghadapi tekanan. Jika anjing
bereaksi kuat dan melawan ransangan itu, lalu dapat mengatur dirinya
dengan cepat terhadap situasi, ini merupakan indikasi yang positif/normal.
Sangat tidak berdasar untuk mengharapkan anakan atau dewasa menjadi
pemberani sepenuhnya. Ada kalanya, karena sesuatu hal, anjing akan
mengalami rasa takut. Dan tugas kita adalah bagaimana menghadapinya.
Pengujian terakhir melibatkan kehadiran 2 orang asing. Orang pertama
adalah yang bersahabat terhadap Handler dan anjing. Dari pertemuan ini
kita bisa mendapatkan gambaran kesimpulan akhir yang jelas. Jika
anjing menunjukkan sikan bersahabat maka dia anjing yang percaya diri.
Jika terjadi sebaliknya, berarti anjing ini tidak mempunyai
kepercayaan diri, atau lemah.
Berikutnya, muncul orang kedua dengan membawa keadaan mengancam.
Dengan gerakan mencurigakan, bahkan tidak menyenangkan. Jika anjing
waspada dan balik mengancam, orang asing itu harus mundur. Tapi
pengujian ini dilakukan hanya untuk anjing berusia minimal 12 bulan.
Kita lebih memilih anjing yang menarik tali, menggonggong dan
mengharapkan kontak fisik dengan orang asing itu.
Ada sebuah pengujian terhadap semangat bertarung anjing, yaitu uji
keberanian Henze, dimodifikasi oleh Menzels, dimana prosesnya seperti
ini.
"Agitator berlari menjauh dengan cepat, lalu setelah mencapai 50
langkah, anjing dilepas dan diberi semangat untuk mengejar agitator
itu. Sesaat sebelum anjing mencapai agitator, agitator berbalik
mengarah anjing sambil melakukan gerakan mengancam dengan mengayunkan
stik dan berteriak"
Anjing yang mempunyai semangat tempur besar tidak akan mengurangi atau
memperlambat larinya dan bahkan justru menggigit dengan kuat dan full
(Agitator harus menggunakan sleeve)
Dan uji keberanian terakhir, kita sebut "Ransangan Ganda (Double
Stimulus)" dimana pengujian melihat apakah anjing menggigit karena
memang sudah dilatih atau benar-benar ingin melindungi Handler.
Setelah anjing terlibat dalam pertarungan dengan agitator yang
menggunakan sleeve, agitator lalu berdiri dan mematung. Lalu tanpa
pelindung/sleeve, agitator menyerang Handler. Disini kita dapat
melihat apakah anjing akan menjaga agitator saat menggunakan sleeve
atau menjaga keselamatan Handler. (Anjing harus dalam keadaan
menggunakan leash dan menggunakan muzzzle).
Pada umumnya anjing yang sudah dilatih pada bite work lebih menggigit
agitator atau terhadap sleeve dan sedikit keingingan melindungi
Handler. Tapi disisi lain, anjing yang belum dilatih cenderung risih
untuk menggigit karena dipakaikan muzzle.
Kesemua pengujian ini sudah dan dilakukan oleh pihak kepolisian di
Jerman dan lain negara.
Sebagai ringkasan, anjing IPO yang menjanjikan akan:
1. Menunjukkan ketertarikan mencari Handlernya dan menggunakan
hidungnya dalam tugas ini.
2. Sangat tertarik dengan mainan yang dilemparkan untuknya lalu
mengambilnya.
3. Tidak terusik dengan kehadiran orang asing yang bersahabat dan
bersikap bersahabat dengannya.
4. Boleh sedikit merasa takut, tapi setelah itu dengan cepat bisa
mengatasi dan melupakan rasa takut itu.
5. Dengan senang mengikuti Handler dan selalu dekat dengannya dengan
niat memeriksa sekitarnya.
6. Dengan segera dan semangat menggigit benda seperti kain yang
bergerak dihadapannya dan menepis segala usaha yang membuatnya takut.
7. Bergerak dengan kuat menghadap orang asing yang membahayakan (usia
anjing minimal 1 tahun), mencoba membuat kontak fisik tapi tidak
menunjukkan tanda-tanda serangan karena takut.
|