Kenapa harus club? Ini sebuah pertanyaan yang beberapa kali saya temui di sela-sela pembicaraan antar sesama hobiis anjing terutama pada dogsports.

Bagaimanapun, sebuah dogsports, apapun jenisnya, tidak akan pernah bisa dilakukan seorang diri. Dalam sebuah pertandingan, pada suatu dogsports pasti ada yang namanya Handler, Anjing, Agitator, Juri dan Penonton. Begitu juga pada latihan keseharian, semua itu ada peranannya masing-masing.

Katakanlah saya bisa berlatih hanya seorang diri bersama anjing saya pada latihan Kepatuhan. Mungkin dengan hanya saya dan anjing saya, kami bisa melakukan latihan Heeling, Walking Sit, Walking Down and Recall, Retrieve dan Send Away dengan baik.

Tapi perlu diingat, pada bagian Heeling ada yang namanya tes tembakan dengan pistol sebanyak 2 kali. Lalu ada yang namanya Heeling membuat angka 8 memutari 4 orang Helper. 

2 hal ini tentu saja harus saya lakukan dengan hadirnya 2-4 orang lainnya pada lapangan. Untuk tes tembakan, tentu saja saya membutuhkan 1 orang untuk membuat suara itu. Dan saya juga membutuhkan 4 orang untuk berdiri saat saya dan anjing saya melakukan Heeling membuat angka 8 itu.

Dan yang terpenting, selama pertandingan berlangsung, ada 1 orang Juri yang selalu berjalan sambil menilai. Dan, sebenarnya jika pada latihan keseharian, saya hanya berlatih berdua dengan anjing saya, nantinya anjing saya akan menunjukkan suatu sikap tidak konsentrasi karena saat pertandingan, dia akan merasa terganggu karena hadirnya Juri yang terus berjalan itu.

Pada Proteksi, latihan ini sudah sangat jelas membutuhkan minimal 1 orang untuk membantu jalannya proses latihan. Tentu saja si Agitator yang akan menjadi sasaran gigitan dari anjing saat ada atau tidak adanya perintah pada pertandingan. 

Dan mungkin saja, pada latihan Proteksi saya juga membutuhkan 1-2 orang lain lagi selain Agitator untuk membantu jalannya latihan.

Pada Pelacakan. Saya ambil latihan pada IPO. Pada IPO 1 memang jejak dibuat oleh saya. Tapi bukan berarti bisa saya lakukan hanya dengan anjing saya saja. Saya juga membutuhkan 1 orang lain untuk membantu saya memperhatikan arah jejak yang telah saya buat agar proses latihan tidaklah justru menjadi salah.

Pada IPO 2 dan IPO 3, jejak dibuat oleh orang lain. Sudah tentu disini saya membutuhkan 1 orang untuk membuat jejak.

Atas semua pemikiran ini, dan juga untuk sebuah keberhasilan dalam dogsports, saya memutuskan bergabung dengan Blackhead's Club.

Di BlackHead's Club, selain latihan, kami juga saling berdiskusi bagaimana cara melatih dan menghandler anjing dengan baik dan benar, lalu berdiskusi tentang problem-problem yang dihadapi dan bagaimana pemecahannya, juga kadang kami saling bergossip ria :P. 

Pada jam makan malam, kami biasanya makan malam bersama, dan menunya lebih sering nasi padang, karena disana untuk mendapatkan makanan lain agak susah. Tapi nasi padang disana rasanya bagaikan makan di restoran hehehe.

Dan satu hal lagi, di BlackHead's Malinois Kennel, kopinya enak, betinanya cantik :P

Tapi yang paling penting, mulai awal 2008, kami akan berlatih di sebuah lapangan latihan yang baru. Informasinya bisa baca disini.


 

 


© 2008 BlackFace Malinois